Senin, 18 April 2011

Tugas Bahasa Indonesia 2 (Bulan April)

1. gagasan gagasan dasar dari penggalan artikel tersebut adalah bahawa penelitian PBW saat ini sebuah metode pembelajaran untuk mata kuliah PBW dengan menggunakan web blog yg dapat mengatasi kekurangan (kelemahan) metode pengajaran dan dosen mengatasi kebosanan dalam pembelajaran karena mengaplikasikan teknologi internet yang lebih menarik daripada metode konvensional, web blog jg membantu mengurangi pemakaian kertas secara berlebihan. Mahasiswa tidak memerlukan kertas untuk mengumpulkan tugas Menulis mereka, namun cukup mengunggahnya di web blog mereka, dan tidak kalah pentingnya adalah dengan menulis melalui media blog, menjadikan karya-karya mahasiswa mampu diakses setiap pengguna internet dan juga akan membantu mahasiswa untuk belajar mempublikasikan tulisan-tulisan mereka sehingga layak untuk dibaca. Salah satunya melalui metode E-learning mampu mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan perkuliahan menjadi lebih ekonomis karena mempermudah interaksi antara mahasiswa dengan dosen maupun sesama mahasiswa. Pada proses penulisan kita perlu pula memahami Tahap Prewriting, Tahap Planning, Tahap Writing dimana dr proses penulisan tersebut kita akan mendapatkan suatu tujuan yg komunikatif. Demi tujuan teks yang komunikatif teks bergantung pada bagaimana teks itu disusun dengan penggunaan fitur-fitur linguistik sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh komunikan dengan baik. Selain itu melalui media blog dimana kita dapat dikenal oleh salah satu komunitas dimana dalam setiap postingannya harus memiliki Paragraph-based Writing sebagai mata kuliah menulis bagi para mahasiswa diharapkan dapat membantu mereka dalam proses belajar menulis yang sesuai kaidah dan aturan yang berlaku dalam ilmu kebahasaan. Banyak sekali manfaat yang ditawarkan didalam web blog dan lain seagainya dimana Banyak manfaat pula yang ditawarkan melalui penggunaan web blog sebagai media pembelajaran mata kuliah Paragraph-based Writing, diantaranya adalah efektif, praktis dan mudah.

2. Menurut saya dalam setiap gagasan-gagasan yang ada dalam artikel tersebut sanagt mempermudah pembacanya dan sebagai pembaca dapat langsung mengerti gagasan-gagasan yang ada pd artikel tersebut sehingga sebagai komunikan sangat mengerti maksud dari penulis. Banyak manfaat yang didapat pada artikel tersebut dimana teknologi yang dapat mempermudah sekaligus dapat meningkatkan pengetahuan kita pada penggunaan web blog, e-learning, proses penulisannya, dll sekaligus dapat mengetahui pula keuntungan dan kerugian pada penggunaan teknologi tersebut. Dalam pengungkapan gagasan tersebut sangat sederhana dan mudah untuk dimengerti. Hanya saja dalam penempatannya gagasan tersebut tidak beraturan.


1. a. penggunaan bahasa pada perumusan latar belakang, masalah, isi, tujuan, isi, penutupan dalam makalah tersebut tidak lengkap, dan penggunaan bahasa pun tidak mudah untuk dipahami oleh komunikan yang membaca makalah tersebut. Dimana dalam bagian-bagian penulisan dalam penggunaan bahasa tidak terkait pembahasannya satu sama lain.

b. Isi yang meliputi:

* kelengkapan pendahuluan yang mencakup (a) latar belakang, (b) masalah, dan (c) tujuan dalam kelengkapan isi tersebut tidak terlalu melengkapi dalam setiap bagian-bagiannya, dimana pada setiap isinya tidak terlalu konkrit dalam menjelaskan isi dari suatu paragraph tersebut.

* kelengkapan dan kesesuaian bagian inti dengan bagian pendahuluan dimana yang kita baca pada artikel tersebut tidak adanya kesesuaian dengan yang akan kita bahas pada bagian tujuan setelah pendahuluan dan pada kelengkapannya kita lihat lagi di dalam makalah tersebut pada bagian pendahuluan dimana kita lihat adanya suatu penjelasan yang kuran lengkap dan tidak terlalu dipahami.

* kelengkapan dan kesesuaian bagian penutup dengan bagian pendahuluan dan bagian inti yang mencankup (a) rangkuman hasil pembahasan, (b) kesimpulan dan (c) saran, dimana yang kita lihat dalam makalah tersebut tidak adanya kesesuaian antara pendahuluan dengan penutupan, dalam makalah tersebut juga tidak dilengkapi oleh rangkuman pembahasan dan penutup, hanya ada kesimpulan dan daftar pustaka.

c. Teknik penulisan :

* sistematika penulisan yang meliputi judul dan sub judul serta penandaan peringkat2nua, tidak beraturan sekali baik pada judul maupun sub judul

* Penulisan rujukan pustaka, yang kita lihat di dalam makalah tersebut sudah cukup baik, tetapi labih baik lagi apabila didalam makalah tersebut terdapat footnote disetiap pagenya agar lebih jelas dan terwakili oleh refrensi yg didapat.

* Penyajian tabel, yang saya lihat dalam makalah tersebut sangat tidak rapih dan tidak beraturan penempatan tabel tersebut, begitu pula dengan isi yang ada dalam tabel tersebut tidak cukup jelas pada penulisannya. Dimana harus ada yang membedakan antara bagian atas, dan isinya.

Rabu, 08 Desember 2010

Video Streaming dan Teleconference

Pengertian video streaming
Streaming adalah sebuah teknologi untuk memaninkan file video atau audio secara langsung ataupun dengan pre-recorder dari sebuah mesin server (web server). Dengan kata lain, file video ataupun audio yang terletak dalam sebuah server dapat secara langsung dijalankan pada UE sesaat setelah ada permintaan dari user, sehingga proses running aplikasi yang didownload berupa waktu yang lama dapat dihindari tanpa harus melakukan proses penyimpanan terlebih dahulu. Saat file video atau audio di stream, akan berbentuk sebuah buffer di komputer client, dan data video - audio tersebut akan bulai di download ke dalam buffer yang telah terbentuk pada mesin client. Dalam waktu sepersekian detik, buffer telah terisi penuh dan secara otomatis file videoaudio dijalankan oleh sistem. Sistem akan membaca informasi dari buffer dan tetap melakukan proses download file, sehingga proses streaming tetap berlangsung.

Cara simple dan gampang memahaminya, Video adalah sebuah file yang biasanya adalah yang hanya dibuka dan dimainkan oleh aplikasi multimedia yang digunakan seperti Windows Media Player, Winamp, dan lain sebagainya.Nah yang dimaksud dengan video streaming adalah Anda bisa melihat langsung video pada satu halaman web tanpa harus download terlebih dahulu,


Cara kerja video streaming
Pada awalnya, data dari source (bisa berupa audio maupun video) akan di-capture dan disimpan pada sebuah buffer yang berada pada memori komputer (bukan media penyimpanan seperti harddisk) dan kemudian di-encode sesuai dengan format yang diinginkan. Dalam proses encode ini, user dapat mengkompresi data sehingga ukurannya tidak terlalu besar (bersifat optional). Namun pada aplikasi streaming menggunakan jaringan, biasanya data akan dikompresi terlebih dahulu sebelum dilakukan streaming, karena keterbatasan bandwitdh jaringan. Setelah di-encode, data akan di-stream ke user yang lain. User akan melakukan decode data dan menampilkan hasilnya ke layar user. Waktu yang dibutuhkan agar sebuah data sampai mulai dari pemancar sampai penerima disebut dengan latency.

Pengertian teleconference

Teleconference adalah penggunaan video/teknologi suara dan komputer yang memungkinkan orang pada lokasi yang berjauhan untuk saling melihat, mendengar, dan berbicara satu sama lain. konferensi video dimana data yang di-transmisikan adalah dalam bentuk video atau audiovisual. Videoconference adalah telekomunikasi dengan menggunakan audio dan video sehingga terjadi pertemuan di tempat yang berbeda-beda. Ini bisa berupa antara dua lokasi yang berbeda(point-to-point) atau mengikutsertakan beberapa lokasi sekalgus di dalam satu ruangan konferensi(multi-point) .

Tekhnologi video conference ini sangat efisien bagi perusahaan, terutama yang memiliki cabang-cabang perusahaan yang letaknya cukup jauh. Hal ini dikarenakan tekhnologi ini mengurangi biaya perusahaan yaitu biaya perjalanan untuk keperluan rapat atau pertemuan, biaya penginapan, konsumsi dll. Selain itu tekhnologi video conference ini dapat memungkinkan orang yang tidak dapat berpergian dapat saling berkomunikasi secara tatap muka.


Cara kerja teleconference
Pertama-tama pilih software Microsoft Visual C# 2005 yang merupakan Integrated Development Environment (IDE) yang berbasiskan .NET Framework 2.0 SP1. Microsoft Visual C# menyediakan Graphical User Interface (GUI) yang mudah didesain dan memiliki banyak library yang sangat membantu dalam pembuatan sistem. Selain itu, digunakan beberapa library tambahan seperti:

• Microsoft Managed DirectShow
• ConferenceXP RTP Filter
• Microsoft Visual C++ 2005 Redistributable
• Windows Media Player 11 Codec

Pertama kali, user harus memilih jenis IP yang akan digunakan (IPv4 atau IPv6) dengan memilih radio button. Untuk memilih IP address, user dapat mengklik combo box dan memilih IP yang terdapat pada komputer. Setelah itu, user menekan tombol centang yang ada di kanan bawah.

Jika user diperbolehkan untuk bergabung ke dalam konferensi, akan muncul form set destination IP and port. Setelah user mengisi alamat IP dan nomor port, user akan tergabung ke dalam konferensi.


Salah satu aspek yang penting dalam aplikasi video conference adalah penggunaan bandwidth, karena aplikasi ini mengirimkan data berupa gambar dan suara yang memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga untuk dapat berjalan dengan lancar, bandwidth yang ada harus mencukupi..


sumber : http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?option=com_content&view=article&id=645:konsep-dasar-video-streaming&catid=6:internet&Itemid=15

Minggu, 07 November 2010

Tentang kode 2 dimensi

Saat berbelanja di mal atau supermarket, Anda tentu sering menyaksikan kegiatan ini: kasir menyorotkan sinar merah pada deret garis hitam (barcode) pada barang yang dibeli konsumen. Terdengar suara ”tit” kemudian tertera nama dan harga barang di layar. Jika pemindai elektrik mogok, jemari kasir menggantikannya dengan mengetik deretan angka yang tertera di bawah barcode.

Contoh beberapa simbologi barcode 2 dimensi

Contoh beberapa simbologi barcode 2 dimensi

Barcode ciptaan Norman Joseph Woodland, dosen Institut Teknologi Drexel, Philadelphia sekitar setengah abad lalu merupakan simbol yang sangat populer dalam dunia industri. Hampir semua barang dan benda buatan industri diberi barcode. Sedemikian meluasnya penggunaan barcode, se-hingga kawan saya, seorang mahasiswa theologia khawatir hari kiamat telah dekat. Apa hubungannya? Menurutnya, dengan mengutip kitab suci, jika benda-benda dan manusia telah diberi kode dan simbol, itulah saat datangnya hari akhir.

Penggunaan barcode memangkas waktu dan biaya untuk mengidentifikasi suatu barang secara cepat dan mudah. Coba bayangkan andai kasir harus mengetik semua kode barang yang dibeli pengunjung secara manual, pasti antrean kasir semakin panjang.

Barcode merupakan deretan angka yang disimbolkan dalam bentuk pola garis hitam berbentuk batang. Batang pertama berfungsi sebagai penanda awal. Nilai batang berikutnya tergantung jarak dan ukurannya dibanding batang sebelumnya.

Kode barcode memiliki panjang 13 digit, dengan rincian kode negara (2-3 digit pertama), jenis barang, kode produsen, serta satu angka terakhir sebagai cek digit. Cek digit berfungsi untuk ”menggenapkan”. Jika nomor itu dihitung menggunakan algoritma tertentu (dalam hal ini algoritma Luhn), nilai akhirnya adalah sepuluh. Cek digit berguna untuk meminimalisasi salah ketik jika kode barang diinput secara manual.

Namun saat ini barcode yang hanya bisa menyimpan 13 digit data sudah tak memadai. Ada kebutuhan agar barcode bisa menyimpan lebih banyak informasi. Bukan sekadar identitas produk, namun aspek lain yang terkait. Misalnya keterangan produk, informasi produsen (alamat, nomor telepon, bahkan alamat URL website).

Misalnya saja sebuah kamera digital. Hanya dengan menyorotkan pemindai ke barcode, kode bisa masuk ke website produsen kamera tersebut tanpa perlu mengetik alamat URL-nya pada browser. Selain itu, barcode juga bisa menampilkan detail spesifikasi teknis produk tersebut, termasuk panduan manualnya pada komputer.
Bersifat Gratis Untuk keperluan itu saat ini telah tersedia barcode dua dimensi atau disebut 2D Barcode (biasa disingkat 2D Code). Penggunaan istilah ”barcode dua dimensi” sebenarnya kurang tepat karena simbol baru itu tidak lagi berbentuk batang. Itu berupa susunan titik atau kurva dalam suatu area berbentuk segi empat.

Sebagaimana halnya barcode klasik, konfigurasi matrik dari titik-titik tersebut menyimbolkan nilai tertentu. Bedanya, nilai pada 2D Code bukan hanya angka namun juga huruf. Perbedaan lain, barcode klasik hanya dibaca pada arah horisontal, sedangkan 2D Code dibaca pada arah horisontal dan vertikal.

Saat ini barcode dua dimensi sudah digunakan secara luas di negara maju, terutama Jepang dan Amerika Serikat. Lembaga standardisasi internasional (di antaranya International Standard Organization) telah mengesahkan beberapa jenis barcode dua dimensi.

Beberapa standar yang mesti dipenuhi pembuat kode adalah, scanning dari semua arah harus menghasilkan nilai yang sama. Ini untuk menghindari kekeliruan akibat salah posisi (misalnya, produk dipegang secara terbalik). Syarat lain, aplikasinya harus bersifat gratis. Lebih dari 42 algoritma simbolis telah diciptakan berbagai perusahaan untuk disahkan sebagai barcode dua dimensi. Produsen bebas memilih salah satu dari barcode tersebut untuk digunakan mengkodekan produknya.

Salah satu kode yang populer adalah Quic Response (QR Code) ciptaan Denso Ware, yakni divisi Toyota Corporation Jepang. Pola simbol berupa matriks titik dalam suatu area berbentuk persegi empat. Ukuran kotak sekitar 1,5 centimeter persegi. QR Code bisa menyimpan data numerik sepanjang 7.089 digit dan 4.296 karakter huruf.

Keunggulan lain (bagi produsen asal Jepang) adalah mampu membuat kode untuk aksara kanji dengan kapasitas 1.817 huruf. Semula QR Code hanya digunakan untuk keperluan internal Toyota, yakni mendata produksi mobil. Namun akhirnya dilepas ke publik. Selain QR Code, beberapa kode batang dua dimensi yang juga populer adalah PDF417 (diciptakan Simbol Technologies asal AS), Data Matrix (RVSI Acuity Matrix AS), dan Maxi Code. (Panji-80)

Alat Pembaca Barcode 2 Dimensi ( 2 D Barcode Scanner)

barcode scanner 2 dimensi

barcode scanner 2 dimensi

sumber : http://indocashregister.com/2010/02/04/barcode-2-dimensi/

Senin, 10 Mei 2010

Metode Audit dalam Teknologi Informasi

Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor.

Dalam kegiatan auditing paling tidak mempunyai karakteristik sebagai berikut:

o Objektif: independen yaitu tidak tergantung pada jenis atau aktivitas organisasi yang diaudit
o Sistematis: terdiri dari tahap demi tahap proses pemeriksaan
o Ada bukti yang memadai: mengumpulkan, mereview, dan mendokumentasikan kejadian-kejadian
o Adanya kriteria: untuk menghubungkan pemeriksaan dan evaluasi bukti–bukti

Di dalam dunia teknologi informasi dibutuhkan juga audit, fungsinya adalah untuk mengevaluasi sistem informasi yang ada di suatu organisasi atau perusahaan. Banyak metode audit dalam teknologi informasi. Ini memungkinkan adanya perbedaan. Beberapa metode tersebut berbeda karena antara lain disebabkan:
* Otomatisasi, yaitu seluruh proses di dalam pemrosesan data elektronik mulai dari input hingga output cenderung secara otomatis, bentuk penggunaan dan jumlah kertas cenderung minimal, bahkan seringkali tidak ada (paperless office) sehingga untuk penelusuran dokumen (tracing) audit berkurang dibandingkan sistem manual yang banyak menggunakan dokumen dan kertas.
* Keterkaitan aktivitas yang berhubungan dengan catatan-catatan yang kurang terjaga.
* Dengan sistem on line mengakibatkan output seringkali tidak tercetak.
* “Audit Arround Computer” yang mengabaikan sistem komputer tetapi yang dilihat atau yang diuji adalah Input dan Output.
* ”Audit Through Computer” menggunakan bantuan komputer (atau software) untuk mengaudit.
Jika pelaksanaan audit di sistem informasi berbasis komputer dilakukan secara konvensional terhadap lingkungan Pemrosesan Data Elektronik seperti dalam sistem manual, maka cenderung tidak menghasilkan hasil yang memuaskan, baik oleh klien maupun auditor sendiri, bahkan cenderung tidak efisien dan tidak terarah.
Untuk itu seringkali dalam proses pengembangan sebuah sisem informasi akuntansi berbasis komputer melibatkan akuntan. Jika akuntan terlibat dalam desain sistem Pemrosesan Data Elektronik sebuah organisasi maka akan memudahkan pengendalian dan penelusuran audit ketika klien tersebut meminta untuk pekerjaan audit. Ada 2 keuntungan jika seorang akuntan terlibat dalam disain sistem informasi dalam lingkungan pemrosesan data elektronik, yaitu pertama, meminimalisasi biaya modifikasi sistem setelah implementasi dan kedua, mengurangi pengujian selama proses audit.
Tahapan Proses Audit

Dalam melaksanakan tugasnya, auditor yang akan melakukan proses audit di lingkungan PDE mempunyai 4 tahapan audit sebagai berikut:

1. Perencanaan Audit (Audit Planning).}Tujuan perencanaan audit adalah untuk menentukan why, how, when dan by whom sebuah audit akan dilaksanakan. Aktivitas perencanaan audit meliputi:

* Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
* Pengorganisasian tim audit
* Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
* Kaji ulang hasil audit sebelumnya (jika ada)
* Mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi resiko audit
* Penetapan resiko dalam lingkungan audit, misalkan bahwa inherent risk, control risk dan detection risk dalam sebuah on-line processing, networks, dan teknologi maju database lainnya akan lebih besar daripada sebuah sistem akuntansi manual.

2. Penyiapan program audit (Prepare audit program). } Yaitu antara lain adalah mengumpulkan bukti audit (Collection of Audit Evidence) yang meliputi:

* Mengobservasi aktivitas operasional di lingkungan PDE
* Mengkaji ulang sistem dokumentasi PDE
* Mendiskusikan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan petugas berwenang.
* Pengujian keberadaan dan kondisi fisik aktiva.
* Konfirmasi melalui pihak ketiga
* Menilai kembali dan re-performance prosedur sistem PDE.
* Vouching ke dokumen sumber
* Analytical review dan metodesampling

3. Evaluasi bukti (Evaluation of Audit Evidence).Auditor menggunakan bukti untuk memperoleh keyakinan yang memadai (reasonable assurance), jika inherent risk dan control risk sangat tinggi, maka harus mendapatkan reasonable assurance yang lebih besar. Aktivitas evaluasi bukti yang diperoleh meliputi:

1. Menilai (assess) kualitas pengendalian internal PDE
2. Menilai reliabilitas informasi PDE
3. Menilai kinerja operasional PDE
4. Mempertimbangkan kembali kebutuhan adanya bukti tambahan.
5. Mempertimbangkan faktor resiko
6. Mempertimbangkan tingkat materialitas
7. Bagaimana perolehan bukti audit.

4. Mengkomunikasikan hasil audit}

Auditor menyiapkan beberapa laporan temuan dan mungkin merekomendasikan beberapa usulan yang terkait dengan pemeriksaan dengan di dukung oleh bukti dan dalam kertas kerjanya. Setelah direkomendasikan juga harus dipantau apakah rekomendasinya itu ditindaklanjuti.

Jumat, 07 Mei 2010

Jenis - Jenis Profesi di Bidang TI

Di dalam dunia teknologi informasi atau TI terdapat berbagai macam profesi. Dari tiap - tiap profesi saling membutuhkan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yg diinginkan. Di sini saya akan menjelaskan apa saja profesi - profesi tesebut.
Seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan disebut analis sistem. Mereka sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain). Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan.
Kedua yaitu Programmer. Programmer adalah seseorang yang menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun sebuah program komputer. Programmer komputer umumnya dikelompokkan atas dua kelompok utama yaitu programmer aplikasi dan programmer sistem. Programmer aplikasi menulis program untuk menangani sebuah tugas khusus seperti program untuk melacak persediaan barang dalam suatu organisasi. Programmer sistem menulis program yang berfungsi untuk memelihara dan mengendalikan perangkat lunak sistem komputer seperti sistem operasi dan manajemen sistem basis data.
Kemudian web designer, ia adalah orang yang mempunyai keahlian menciptakan konten presentasi (biasanya hypertext atau hypermedia) yang dikirimkan ke pengguna-akhir melalui World Wide Web, melalui Web browser atau perangkat lunak Web-enabled lain seperti televisi internet, Microblogging, pembaca RSS. Selanjutnya web programmer , hampir sama dengan programmer biasa, bedanya adalah mereka menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode program yang berbasis web.
Penjelasan di atas merupakan profesi - profesi di dunia TI, jadi menurut saya ada 4 profesi di dunia TI yaitu :
1. Analis sistem
2. Programmer
3. Web designer
4. Web programmer


Selasa, 04 Mei 2010

Etika dan Profesionalisme Teknologi Informasi

Etika adalah sebuah nilai yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku didalam kehidupan berkelompok tentunya tidak lepas dari tindakan-tindakan tidak etis. Etika dalam teknologi informasi privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya.
Profesionalisme adalah tugas dan kewajiban yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan yang rumit dari klien, yang mencakup pengambilan keputusan dengan kemungkinan akibat yang luas bagi masyarakat.
Jadi Etika dan Profesionalisme adalah melindungi masyarakat dari kerugian yang dapat ditimbulkan karena ketidak mampuan teknis dan perilaku yang tidak etis, dari mereka yang menganggap dirinya sebagai tenaga profesional dalam bidang tersebut yang dapat memberikan dampak negatif kepada pengguna lain.
Beberapa kode etik yang diharapkan pengguna internet :
1.Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.

2.Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA), termasuk di dalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok / lembaga / institusi lain.

3.Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.

4.Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.

5.Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.

6.Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar / foto, animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.

7.Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumber daya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.

8.Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku di masyarakat internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala muatan / isi situsnya.

9.Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat melakukan teguran secara langsung.

Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dalam masyarakat dalam bidang teknologi komputer dan informasi
1.Sertifikasi
2.Akreditasi
3.Forum Komunikasi

Minggu, 02 Mei 2010

Peringkat Indonesia di CyberCrime Naik

Ada kabar tak mengenakkan datang dari Symantec terkait hasil monitornya tentang aktivitas ancaman di Internet yang dipaparkan di hotel Grand Hyatt, Jakarta kemarin (29/4). Indonesia kini sudah termasuk dalam peringkat Top 10. Begitu tercantum dalam laporan bertajuk Internet Security Threat Report XV perioda Januari – Desember 2009.

Dituturkan oleh Albert Lay (Pre-Sales Consultant, Symantec), pada tahun 2008, negara kita duduk di tangga ke-12 dalam urutan negara di kawasan Asia Pasifik yang memiliki kegiatan jahat (malicious) berdasarkan negara. Namun tahun berikutnya, 2009, peringkatnya melonjak cepat, dan langsung duduk di peringkat 9, di apit oleh Australia di peringkat 8 dan Filipina di peringkat 10.

“Secara total, untuk kawasan APJ (Asia Pasifik, Jepang), Indonesia berkontribusi atas 3% dari total regional kegiatan malicious. Indonesia merupakan pendatang baru dalam ranking Top 10 kegiatan malicious menurut negara,” kata Albert.

Tak cuma di kegiatan dengan niat jahat peringkat Indonesia naik. Di peringkat Top Web-based Attack berdasarkan lokasi pun begitu. Berdasarkan pantauan Symantec sepanjang tahun 2009, Indonesia kini duduk di peringkat 8, atau 3% dari total regional.

Untuk kode bertipe malicious berdasarkan geolokasi pun, ada kenaikan peringkat. Indonesia masuk dalam lokasi nomor 2 jika ditinjau berdasarkan jumlah potensi infeksi virus selama tahun 2009 di wilayah Asia Pasifik. Negara kita adalah lokasi kedua terbesar untuk Sality.AE, virus yang menghapus layanan dan aplikasi-aplikasi sekuriti. Di nomor 1 adalah India, dan nomor 3 ditempati oleh Cina. Namun untuk penyebab yang berasal dari backdoor, worms atau trojan, untungnya negara kita tidak disebut-sebut dalam daftar Top 3 itu. Untuk worms (Downadup dan Almanahe), India adalah jawaranya. Untuk backdoor dan trojans, Cina adalah negara nomor 1.

Indonesia juga terdaftar di peringkat 9 untuk lokasi phishing yang menyasar jasa-jasa finansial, dan urutan ke 8 untuk negara asal spam. Berita baiknya, Indonesia tidak termasuk dalam negara penyerang (spammer) untuk kawasan Asia Pasifik. Untuk urusan serang-menyerang ini, jagoannya adalah berturut-turut AS, Jepang, Cina, dan Korea Selatan.

Albert mengingatkan, bahwa ancaman akan semakin banyak karena titik masuknya pun kini semakin terbuka lebar. Penyebabnya adalah maraknya penggunaan jejaring sosial seperti Facebook, kian banyaknya pengguna broadband Internet, dan kurangnya penegakan hukum di cybercrime.

“Jumlah malware makin banyak karena attack toolkit semakin banyak tersedia. Attack toolkit mempermudah para pemula melakukan pencurian. Apalagi toolkit bisa dibeli secara online maupun didapatkan secara gratis. Lihat saja tahun lalu (2008), Symantec mengeluarkan 1,8 juta signature, tapi tahun 2009 jumlahnya naik menjadi sekitar 2,9 juta,” jelas Raymond Goh (Director, System Engineering, Asia South Region, Symantec).

Albert dan Raymond menegaskan perlunya program kesadaran sekuriti di semua kalangan, khususnya generasi muda, saat mengakses Internet. “Misalnya apa yang perlu dan tidak perlu dimasukkan ke profil ada jejaring sosial seperti Facebook, bagaimana cara akses Web yang aman. Tidak ada kata terlalu muda untuk belajar security awareness. Semakin muda (dimulainya), semakin bagus,” tegas Raymond.

“Cyber criminal menyasar orang dari sisi lemah mereka, jadi (kita) perlu meningkatkan security awareness untuk akses broadband, utamanya anak-anak muda. Mereka harus belajar memproteksi diri sendiri dengan menggunakan antivirus, firewall, dan lain-lain. Kita Juga perlu mengedukasi pengguna baru atau awam tentang cara memproteksi diri sendiri,” kata Raymond. “Cyber criminal akan terus fokus ke pengguna baru dan hal-hal yang simpel, seperti celah di browser.”

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/04/30/10240384/Peringkat.Indonesia.di.CyberCrime.Naik